Istanbul (cvtogel) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyampaikan bahwa pihaknya. Telah memutuskan untuk menangguhkan pemberian visa bagi warga Palestina di Gaza yang ingin berobat ke Amerika Serikat. Keputusan ini diambil untuk melakukan evaluasi terhadap sistem secara keseluruhan.
Rubio mengklaim bahwa beberapa organisasi yang terlibat dalam proses pengajuan visa bagi warga Gaza memiliki hubungan yang kuat dengan Hamas.
“Evaluasi akan kami lakukan tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk pendamping mereka,” ungkap Rubio dalam wawancara dengan CBS pada hari Minggu.
Ia menyatakan bahwa beberapa anggota Kongres AS mempertanyakan program visa untuk warga Palestina serta organisasi kemanusiaan yang membantu dalam proses pengajuan visa tersebut.
“Kami tidak akan bekerja sama dengan kelompok yang memiliki hubungan dengan Hamas,” tegasnya.
Menteri Luar Negeri AS menjelaskan bahwa hanya sebagian kecil visa yang diberikan kepada anak-anak. Dia juga menambahkan bahwa evaluasi sedang dilakukan terhadap mekanisme pemberian visa untuk pendamping dewasa yang datang bersama anak-anak itu.
Pada hari Sabtu yang lalu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan penangguhan semua proses pengajuan visa kunjungan bagi warga Gaza guna mengevaluasi pemberian visa medis dan kemanusiaan yang baru-baru ini dilakukan.
Penangguhan ini berlangsung di tengah agresi Israel yang terus berlangsung di Gaza sejak Oktober 2023. Hal ini telah menyebabkan hampir 62. 000 warga Palestina kehilangan nyawa serta mengalami kerusakan luas dan bencana kelaparan yang parah.
Pada bulan November, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan petinggi pertahanan Zionis, Yoav Gallant, dengan tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konteks Gaza.
Israel juga dihadapkan pada tuduhan genosida di Mahkamah Internasional akibat agresi mereka terhadap daerah tersebut.